Rabu, 13 April 2011

Pola Asuh Anak Kembar




Pola Asuh Anak Kembar
Pernah liat anak kembar tidak ? Lucu gitu ya terkadang bajunya sama, rambut sama pokoknya seru deh kadang ngebayangin enak enggak ya punya anak kembar ?
Sebetulnya asal mula terjadinya anak kembar itu ada dua cara kembar monozigotik yaitu satu sel telur yang dibuahi oleh satu sperma dan membelah menjadi dua ini yang biasanya disebut kembar identik, dan kembar satunya adalah dizigotik yaitu dua sel telur dibuahi oleh dua sperma, menurut penelitian banyaknya anak kembar sekarang ini juga dipengaruhi oleh obat kesuburan, karena obat kesuburan memiliki kaitan yang erat dengan hormone dan juga kondisi sel telur yang baik.
Jika kita lihat berat badan anak kembar juga kurang normal dan anak kembar biasanya lahir premature.
Menurut Vandell di Amerika orang tua yang memiliki anak kembar merasa repot sehingga membutuhkan bantuan dari ayah atau bahkan neneknya.
Terkadang meskipun kembar orang tua tetap memiliki anak kembar favorit, ternyata hal tersebut pengaruh terhadap perkembangan bahasa yang lebih baik, karena sering dilibatkan dalam komunikasi yang intim, dengan orang tuanya.
Untuk orang tua yang memiliki anak kembar seharusnya merasa tenang karena dalam hal kemanan social anak kembar dalam kategori aman, karena anak kembar saling memberikan kontribusi untuk menjaga perilaku mereka.
Anak kembar walaupun mereka berada di rumah yang sama, dengan orang tua yang sama tetapi mereka memiliki pengalaman yang unik atau berbeda karena mereka memiliki teman bermain yang berbeda, kelas yang berbeda
Pertanyaan yang sering kita dengar anak kembar itu sebaiknya saat sekolah kelasnya dipisah atau tidak ? jika pertanyaan tersebut ditanyakan maka jawabannya adalah kembali kepada tujuan masing-masing, untuk anak kembar berjenis kelamin sama mereka biasanya memilih untuk bersama, jika kembar berjenis kelamin berbeda mereka biasanya memilih untukdipisah dengan alas an agar mereka dapat menentukan peran gender mereka.
Dalam bidang Psikopatologi anak kembar rawan terkena ADHD karena neurotransmitternya hampir sama sehingga lebih aktif dan mengganggu cara kerja otak dalam hal perhatian (attention) hati-hati ya..
Untuk pola pengasuhan anak kembar para orang tua harus hati-hati dalam membagi perhatian terhadap anak-anaknya.



Hubungan anak kembar dengan orang tua angkat berbeda dengan orang tua kandung, anak kembar dapat menerima disiplin yang keras dan interaksinya lebih hangat dengan orang tua kandung dibandingkan dengan orang tua angkat, interaksi anak kembar dengan orang tua angkat dapat mempengaruhi lingkungan sosialnya
Praktik pengasuhan mengandung beberapa komponen genetik yang berasal baik dari keturunan ataupun dari gen orangtua. Pengakuan bahwa orangtua juga sebagian merupakan kekuatan lingkungan independen yang bekerja pada anak yang akan bereaksi dengan cara tertentu. teknik tidak diktator oleh orang tua terhadap anak bisa mendatangkan kerjasama yang lebih antara anak, dan orang tua. Anak akan cenderung mematuhi aturan-aturan dari orang tua.
Okey itulah tadi informasi tentang Pola asuh anak kembar dan dihalui dari sebuah proses lahirnya anak kembar, perilaku, serta lngkungan anak kembar semoga dapat bermanfaat

Sumber buku : CAra mendidik anak dan Jurnal Parenting Twins and Genethic Parenting

Minggu, 06 Maret 2011

Menghela Nafas

Terbangun aku mendengar jeritan hatimu
Ku mendekat seraya memelukmu
kau menitikkan air matamu
bayangan kebahagiaanmu lenyap seketika
kau melihat awan panas dalam pergumulan jiwa
Kau melihat asap dalam hati yang membara

Tenanglah ibu. .
aku disini untukmu
Tunggulah saat waktunya ku kan buatmu bahagia selamanya
sekarang ini ku hanya bisa memelukmu seraya menangis dibelakangmu
mencoba tersenyum tanpa hatiku

Tenanglah ibu, aku akan membawamu ke dalam wujud nyata sebuah kebahagiaan
Tak usah kau lihat awan panas atai asap itu lagi
Mari kita terbang bersama menggapai bintang impian

i'm never live in MAlang again
I want to go out from this town

Minggu, 05 Desember 2010

Analisis Film Gridiron Gang

Sore-sore nonton fil Gridiron Gang dikampus...
Filmnya itu tentang kehidupan anak-anak remaja yang mendapat bimbingan khusus di dalam penjara
Agar mereka dapat diterima di lingkungan, dan dapat mentaati aturan
Karena sebelumnya mereka selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan entah itu membunuh, memukul dan sebagainya. Apalagi di penjara terdiri dari Anggota Gang yang berbeda-beda seperti gang 88 dan gang 95, wajar jika mereka sering berselisih paham karena berbeda kepentingan. Apalagi latar belakang mereka masuk penjara adalah karena mencuri, menjadi pengedar narkoba, atau terlibat pembunuhan. Sean Porter seorang pendidik di penjara anak dan remaja mempunyai cara agar mereka dapat berubah menjadi orang - orang yang dapat diterima di masyarakat, yaitu dengan membuat sebuah klub football bernama MUSTANG, dan pada awalnya tim ini mengalami kegagalan namun, setelah usaha yang keras dari Sean juga anggota timnya yang semakin solid maka tim ini memenangkan pertandingan-pertandingan, dan konflik yang menimpa anggota tim dapat diselesaikan hingga akhirnya sean membuat Mustang 1, 2 dan seterusnya
Dengan usaha dan upaya yang keras semua dapat tercapai.
ANalisis :
Kalau melihat dari film Gridiron gang ini sesuai dengan materi psikologi remaja adalah teori erik erikson Identitas dan kebingungan identitas (identity versus identity confusion). Pada remaja wajar jika mereka masih mencari identitas dengan konsekuensi jika berhasil maka dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menjadi pribadi yang utuh, namun jika gagal maka dapat melebur ke lingkungan tetapi tidak menjadi pribadi yang utuh atau menarik diri dari lingkungan.
Peran orang tua pada saat remaja sangat penting dalam pembentukan identitas, karena biasanya anak akan melakukan modelling dengan orang tuanya, seperti Willie yang meniru perilaku ayahnya yang sering menyelesaikan masalah dengan kekerasan, selain orang tua, pengaruh teman sebaya juga penting apalagi pada masa pencarian identitas remaja menjadi mudah terpengaruh dengan lingkungan, Namun apabila remaja diterima di lingkungan ia akan menjadi pribadi yang utuh, seperti Willie dkk yang berhasil menemukan identitas diri,dengan bergabung menjadi anggota tim football dan memenangkan pertandingan maka, Willie dkk mendapat penghargaan sosial dari lingkungan. Hal ini membuat Willie dkk begitu dihargai, dan mengetahui cara menghargai orang lain, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik.
Jadi pembentukan identitas remaja dipengaruhi oleh orang tua, teman sebaya dan juga peran media massa, karena media massa juga dapat menjadi role model tentang bagaimana seseorang remaja bersikap.

Sabtu, 30 Oktober 2010

TK Harapan Nurani

anak kecil yang berlarian..
tawa terdengar nyaring...
semua merasakan keceriaan

Setelah aku liat film Taare Zameen Par tentang anak dyslexia..
aku terharu meneteskan air mata.. LEBAy
dari dulu aku ingin punya TK aku ingin punya sekolah aku ingin mendidik mereka keluar dari kotak mengembangkan hati nurani bukan mengedepankan emosi

mendengar jeritan mereka dengan hati, ingin menjadi pengelola yang tak mau melihat status seseorang karena bagiku semua orang sama..
Aku ingin menjadi saksi ketika mereka sukses, ingin menjadi orang yang selalu diingat dalam keadaan apapun oleh mereka. .

Sisitem pendidikan harus diubah, seorang pendidik harus ikut tes psikologi tentang kepekaan hati, mendengar dengan hati motto sekolahku. .

aku ingin mempunyai TK yang anak didiknya mengerti aturan dan menerapkan, bukan mentaati karena takut akakn konsekuensi terhadap peraturan...
aku ingin mereka tahu apa yang mereka perbuat
Untuk calon anak didikku di TK Harapan Nurani..
mungkin TK itu belum ada sekarang tapi kelak suatu saat aku akan menjadi orang yang ikut berpartisipasi disana, Amin

Minggu, 27 Juni 2010

Surya Menanti

angin berhembus menandakan sunyi
Awan bergerak menandakan sepi
Kau, tahu sekarang aku dapat melangkah ke depan
meskipun tanpa atau denganmu
kita raih mimpi
kita raih mentari
agar kita dapat melihat pelangi
karena denganmu jalan menjadi terbuka
karena denganmu, mentari tersenyum menanti
karena denganmu semua tersenyum melihat kita bersama

Selasa, 22 Juni 2010

SEKOLAH DAN PENCAPAIAN


Anak bersekolah untuk mendapat ilmu pengetahuan dan belajar berinteraksi dengan lingkungan. Macam-macam sekolah yaitu:

PAUD

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
* Tujuan yang lain : untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Homeschooling (sekolah rumah)
Homeschooling (sekolah rumah) saat ini mulai menjadi salah satu pilihan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Pilihan ini terutama disebabkan oleh adanya pandangan atau penilaian orang tua tentang kesesuaian bagi anak-anaknya.

Bisa juga karena orang tua merasa lebih siap untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anaknya di rumah. Ini banyak dilakukan di kota-kota besar, terutama oleh mereka yang pernah melakukannya ketika berada di luar negeri.
Pembelajaran sekolah rumah sebaiknya menyesuaikan dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ini agar sejalan dengan pertumbuhan dan kemampuan anak, agar dapat diikutkan dalam evaluasi dan ujian yang diselenggarakan secara nasional. Standar kompetensi menjadi panduan yang harus dimiliki seorang anak pada kelas tertentu, agar anak yang melakukan home schooling mendapat kesetaraan pengakuan seperti pengakuan sekolah formal yang lain.

Selasa, 15 Juni 2010

PEERS ( Teman Sebaya )




Ani bermain-main dengan teman sebayanya, sering kita dengar istilah tersebut. Sebaya adalah individu yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kira-kira sama.
Lalu, apa fungsi teman sebaya bagi anak?
Fungsi teman sebaya bagi perkembangan anak adalah memberikan informasi yang didapat di lingkungaan sekitar, dan menunjukkan dunia di luar keluarga.
Oleh karena itu hubungan dengan teman sebaya yang baik penting untuk perkembangan sosial yang normal. Ketika anak tidak dapat terlibat dalam jaringan sosial bisa menimbulkan masalah, seperti perilaku anak yang menarik diri, kurang percaya diri, kesepian, hal tersebut dapat mengakibatkan depresi pada anak. Dampak yang lain juga karena sikap agresif pada teman sebaya dapat mengakibatkan kenakalan remaja, termasuk putus sekolah. Pada teman sebaya anak belajar :
1.Mengeluarkan pendapat ketika mengusulkan permainan yang akan dimainkan.
2.Menghargai pendapat orang lain,ketika ada teman yang mengusulkan suatu
permainan, anak akan mendengarkan usul dari teman.(Ani: aku pingin main
boneka-bonekaan, Tika: aku pengen main masak-masakan)
3.Belajar mengambil keputusan, menentukan permainan apa yang akan dimainkan,
berdasarkan hasil kesepakatan ( ya, udah kita main ibu-ibuan sambil masak-
masakan saja).
4.Belajar menerima hasil kesepakatan, ketika pendapat anak disetujui harus
menerima keputusan dengan lapang dada. ( Anti yang tidak suka bermain masak-
masakan dan ibu-ibuan menerima keputusan bersama, dan tetap bermain
bersama)

Hubungan keluarga yang sehat, akan mendorong hubungan teman sebaya yang sehat juga.
Dalam hubungan dengan sebaya terdapat juga bermacam-macam status yaitu:

Status sebaya:
1. Anak-anak populer : sering dijadikan sahabat, jarang tidak disukai oleh teman
sebaya mereka, memiliki kemampuan sosial yang baik.
2. Anak-anak rata : menerima penilaian yang positif dan negatif dari sebaya
mereka.
3. Anak- anak yang diabaikan ( neglected) : jarang dijadikan sahabat, tetapi tidak
dibenci oleh sebayanya, biasanya pemalu.
4. Anak –anak yang ditolak : jarang dijadikan sahabat, tetapi dibenci secara aktif
oleh sebaya mereka, biasanya menarik diri, atau juga bisa agresif.
5. Anak- anak kontroversial : sering dijadikan sebagai teman baik seseorang, tetapi
juga dibenci oleh temannya.

Anak-anak yang mengalami penolakan dalam kelompoknya, dan bersikap agresif memiliki masalah dalam hubungan sosialnya yang diwujudkan dengan :

1. Anak agresif yang ditolak lebih impulsif, memiliki masalah dengan mempertahankan
perhatian. Maka mereka akan cenderung mengacau dalam kegiatan di kelas dan dalam
permainan kelompok.
2. Anak agresif yang ditolak, lebih reaktif secara emosional, lebih cepat marah dan
akan sulit untuk menenangkan diri, dan biasanya menyerang secara fisik, atau
verbal.
3. Anak yang ditolak dalam hubungan sebaya, akan memiliki kemampuan sosial yang
kurang dalam mempertahankan hubungan yang positif dengan teman sebaya.





Bullying

Bullying adalah perilaku verbal dan fisik yang dimaksudkan untuk mengganggu anak yang lebih lemah, misal : memanggil dengan sebutan yang tidak disukai anak
seperti : si Pendek, si Pesek, si Hitam.
Yang menjadi korban Bullying biasanya adalah anak laki-laki dan siswa sekolah menengah yang lebih muda.
Anak yang sering menjadi korban Bullying menampilkan perilaku menarik diri, kesulitan dalam berteman, dan kesepian, mereka menjadi korban karena tidak melawan ketika dijadikan korban Bullying. Sementara anak yang melakukan Bullying adalah cenderung memiliki nilai rendah, merokok, dan minum alkohol.